30.1 C
Jakarta
Saturday, October 24, 2020

Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga Dalam Bisnis

Menekuni dunia bisnis mengharuskan kita untuk memiliki keberanian menghadapi segala risiko. Tak selamanya bisnis berjalan lancar.

Ada kalanya terbentur hal-hal di luar perencanaan sehingga dapat mengganggu roda bisnis dan berimbas pada sektor keuangan.

Perlu digarisbawahi bahwa pengeluaran tak terduga berbeda dengan pengeluaran mendadak. Walau pengeluaran tak terduga muncul secara mendadak, namun bukan berarti semua pengeluaran mendadak termasuk dalam kategori tidak terduga.

Pengeluaran tidak terduga lebih kepada hal-hal yang kemunculannya di luar prediksi, tidak berhubungan dengan kelalaian dan sulit dihindarkan, contohnya:

  • Terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan sebagian besar atau bahkan sepenuhnya tempat usaha beserta peralatannya. 
  • Terjadi bencana alam yang membuat bisnis lumpuh dalam waktu yang tidak dapat diprediksi sampai kapan.
  • Terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerusakan pada alat dan cedera fisik.

Sedangkan pengeluaran mendadak yang bukan termasuk pengeluaran tak terduga terjadi akibat menunda suatu hal yang mestinya sudah harus dilakukan atau biasa disebut dengan kelalaian  yang disengaja.

Ada banyak kejadian tak mengenakkan yang dimulai dengan suatu pertanda atau sinyal. Namun sinyal tersebut sering diabaikan dengan bermacam alasan. Sehingga ketika terjadi, kerugian pun tak dapat lagi terhindarkan, contoh:

Bensin kendaraan operasional habis di tengah jalan

Alhasil, terpaksa harus mengeluarkan biaya untuk membayar angkutan agar bisa sampai ke tempat tujuan dan mendapatkan bahan bakar.

Kehabisan bensin bukan bentuk peristiwa di luar prediksi. Sebab, setiap kendaraan dilengkapi dengan indikator digital yang memungkinkan pengendara tahu seberapa banyak bahan bakar yang tersedia di tangki kendaraan.

Kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kelalaian

semisal terpeleset karena berjalan di lantai yang masih basah. Sehingga membutuhkan biaya untuk pengobatan luka atau cedera.

Ini juga bukan bentuk peristiwa di luar dugaan. Sebab, berjalan di lantai yang masih basah berpotensi besar menyebabkan jatuh atau terpeleset.

Adanya pengeluaran-pengeluaran tak terduga jika terus terjadi maka akan berdampak buruk terhadap kestabilan keuangan.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya pebisnis melakukan antisipasi sedini mungkin biar cash flow bisnis Anda tetap sehat. Bagaimana caranya? Berikut tips-tipsnya.

#1 Buat Pembukuan

Tak peduli seberapa besar skala bisnis anda, pembukuan tetap harus ada. Pembukuan merupakan pencatatan transaksi keuangan selama bisnis berlangsung, meliputi kuantitas penjualan, pembelian, pendapatan, pengeluaran, dan profit.

Anda bisa menggunakan aplikasi detapos untuk semua transaksi anda.

Catatan ini sangat bermanfaat guna mengetahui seberapa jauh pencapaian Anda dalam bisnis yang tengah digeluti. Apakah pendapatan dengan pengeluaran sudah seimbang atau belum, profit wajar atau tidak, dan sebagainya.

Pembukuan akan membantu Anda mengetahui seberapa penting pengeluaran yang sudah dilakukan. Apakah pengeluaran tersebut memang harus dilakukan atas pertimbangan skala prioritas atau bisa ditangguhkan tanpa mengganggu kelancaran bisnis.

Tentukan Hal-Hal Yang Menjadi Prioritas

Seperti yang baru saja disinggung, ada beberapa hal dalam kegiatan bisnis yang harus didahulukan, begitu pula sebaliknya. Apalagi bagi para pengusaha menengah, modal yang ada rata-rata terbatas.

Jadi harus pandai-pandai mengelola modal tersebut agar tidak terjadi overbudgeting. Salah satu cara yang banyak diterapkan pebisnis ialah mengandalkan Eisenhower Matrix.

Eisenhower Matrix merupakan bagan yang membatu setiap orang dalam mengatur prioritas. Bagan ini terbagi dalam 4 bagian, yakni:

  • Penting, contoh: Karena nilai permintaan terhadap produk roti Anda, maka Anda memerlukan mesin pengaduk adonan dan oven berkapasitas lebih besar.
  • Penting, tapi tidak mendesak, contoh: Oven merupakan oven dengan sistem pengoperasian otomatis. Tidak dipungkir alat ini memberi kemudahan bagi seorang baker. Walau oven menjadi prioritas utama dalam bisnis bakery Anda, namun oven deck bukan merupakan kebutuhan mendesak. Jika modal Anda tidak mencukupi untuk membeli oven deck, Anda masih bisa menggunakan oven gas dengan kapasitas muatan yang sama dengan oven deck.
  • Tidak penting mendesak, contoh: Sebuah toko peralatan dapur sedang menggelar acara diskon besar-besaran. Beberapa barang yang dijual mungkin tidak terlalu Anda butuhkan dalam waktu dekat, tapi bisa jadi di kemudian hari. Karena harganya sangat miring maka ini termasuk saat yang tepat untuk membeli.
  • Tidak penting dan tidak mendesak, contoh: Membeli peralatan yang tidak ada kaitannya dengan bisnis Anda sama sekali.  

#2 Persiapkan Budget Khusus Untuk Dana Darurat

Karena pengeluaran tak terduga dapat terjadi sewaktu-waktu, maka sebaiknya persiapkan dana darurat sejak awal. Dana ini berasal dari sekian persen total kas bisnis yang Anda miliki.

Persentasenya tidak mutlak, tergantung seberapa besar Anda menghendakinya.Umumnya hanya berkisar 1-3% dari saja dari kas. Yang paling penting, dana ini harus disediakan secara konsisten.

Mempersiapkan dana darurat ini tak ubahnya dengan menabung. Sedikit demi sedikit lama kelamaan akan terkumpul banyak.

Pisahkan dana ini dengan dana lainnya dan berjanjilah untuk tidak sembarang menggunakannya jika bukan dalam keadaan sangat terdesak.

Ketika ada suatu hal di luar perkiraan yang mengharuskan Anda keluar uang untuk mengatasinya, dana tersebut  baru dapat Anda pergunakan tanpa mengganggu kas utama bisnis.

#3 Jaga Nilai Kredit Agar Tetap Terkendali

Skor kredit berhubungan dengan  kartu kredit, KTA, dan bentuk pinjaman resmi lainnya.

Ada kalanya pengusaha membutuhkan suntikan dana besar untuk mengembangkan bisnisnya atau kondisi darurat.

Kredit bukan suatu masalah jika jika tujuannya jelas dan telah melewati pertimbangan matang ke mana dana pinjaman tersebut nantinya ingin dialokasikan.

Proses pemberian kredit dari bank biasanya tidak terlalu sulit selama kreditur tidak memiliki catatan hitam sebagai nasabah.

Masalahnya, peluang ini kerap dimanfaatkan sebagian pengusaha yang berdalih ingin mendapatkan tambahan modal. Padahal, dana tersebut tidak dipakai untuk mengembangkan bisnis, melainkan hal-hal lain yang tidak terlalu urgent.

Setelah pengajuan kredit disetujui pihak bank, dana cair maka kewajiban yang harus dipenuhi beriutnya tentu saja membayar utang. Jika Anda bisa memastikan cicilan kredit tidak tersendat, no problem.

Tapi jika ternyata Anda gagal menunaikan kewajiban melunasi utang, bank akan mencoret data Anda dan Anda akan sulit mengajukan pinjaman ketika dalam kondisi darurat (pengeluaran tak terduga).

#4 Jangan Menunda Membayar Tagihan

 Semua orang yang dinilai telah cukup umur dan cakap secara hukum pasti akan dibebani dengan sejumlah tagihan, menyesuaikan dengan apa yang kita pergunakan.

Semisal, tagihan listrik, telepon, air, asuransi, dan sebagainya. Membayar tagihan termasuk pengeluaran rutin. Sifatnya mendesak jika sudah jatuh tempo.

Untuk mengantisipasi terjadinya pengeluaran tak terduga, hindari terlambat bayar. Sebab, nilai tagihan akan bertambah dengan adanya denda keterlambatan.

Kondisi semacam ini bisa disebut pengeluaran tak terduga jika keterlambatan tersebut benar-benar di luar kehendak Anda.

Contoh, Anda mengalami sakit keras yang mengharuskan Anda bedrest total selama masa penyembuhan. Sehingga tidak memungkinkan Anda untuk mengurus pembayaran tagihan sesuai jadwal.

#5 Persiapkan Asuransi

Selain tabungan, asuransi juga sangat berguna untuk mengantisipasi terjadinya pengeluaran tak terduga. Dengan adanya asuransi, Anda dapat mengajukan klaim ketika terjadi peristiwa-peristiwa di luar ekpspektasi. Semisal, sakit, kebakaran, atau kecelakaan.

Itulah beberapa tips mengantisipasi pengeluaran tak terduga dalam perjalanan bisnis. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan perencanaan jangka panjang, kita bisa lebih siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di kemudian hari.

- Advertisement -
Avatar
Irfan Juniyanto
Seorang bekas karyawan yang mencoba peruntungan di dunia bisnis, bercita-cita ingin berdiri di kaki sendiri.

Related Articles

Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga Dalam Bisnis

Menekuni dunia bisnis mengharuskan kita untuk memiliki keberanian menghadapi segala risiko. Tak selamanya bisnis berjalan lancar. Ada kalanya...

Mau Coba? Ini Keuntungan Bekerja Di Luar Negeri

Ada hal yang Sering dibanding-bandingkan antara bekerja di luar negeri dengan bekerja di dalam negeri. Tentunya perbedaan ini menjadi...

Cara Mempromosikan Diri Saat Interview Yang Bikin Perusahaan Takjub

Melakukan promosi diri atau Personal Branding, merupakan salah satu cara agar identitas diri dapat diketahui oleh publik. Ada banyak cara mempromosikan diri yang bisa...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,201FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles

Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga Dalam Bisnis

Menekuni dunia bisnis mengharuskan kita untuk memiliki keberanian menghadapi segala risiko. Tak selamanya bisnis berjalan lancar. Ada kalanya...

Mau Coba? Ini Keuntungan Bekerja Di Luar Negeri

Ada hal yang Sering dibanding-bandingkan antara bekerja di luar negeri dengan bekerja di dalam negeri. Tentunya perbedaan ini menjadi...

Cara Mempromosikan Diri Saat Interview Yang Bikin Perusahaan Takjub

Melakukan promosi diri atau Personal Branding, merupakan salah satu cara agar identitas diri dapat diketahui oleh publik. Ada banyak cara mempromosikan diri yang bisa...

Bermuka Dua, Jenis Manusia Paling Gak Asik Di Lingkungan Kerja, Kenali Ciri Khasnya

Lingkungan kerja adalah kumpulan dari berbagai jenis manusia yang bermacam-macam karakter dan sifatnya, termaksud si manusia bermuka dua ikut nyemplung dalam ekosistem...

Gaji UMR Jakarta, Jumlah serta Komponen Penyusunnya

Para pekerja ataupun karyawan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah UMR (Upah Minimum Regional). UMR ini adalah gaji atau upah minimum...