Gaji UMR Jakarta, Jumlah serta Komponen Penyusunnya

- Advertisement -

Para pekerja ataupun karyawan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah UMR (Upah Minimum Regional). UMR ini adalah gaji atau upah minimum yang diterima oleh pekerja atas pekerjaannya. Disebut sebagai UMR karena memang setiap daerah di Indonesia menerapkan UMR berbeda-beda. Sejauh ini, gaji UMR Jakarta adalah gaji umr dengan jumlah paling tinggi di Indonesia.

Apa Itu UMR dan Berapa Besar Gaji UMR Jakarta? 

Meskipun istilah UMR sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun mungkin banyak yang belum tahu apa itu UMR.

UMR adalah standar minimum upah yang harus diberikan oleh perusahaan atau pengusaha kepada pegawainya. Pemberian gaji umr ini juga sudah diatur sebagaimana di dalam undang-undang.

Pemberian gaji ini diberlakukan dengan tujuan agar setiap karyawan atau pekerja bisa mendapatkan hak berupa gaji atas pekerjaan yang sudah mereka lakukan.

Banyak yang salah paham dengan mengira UMR adalah gaji pokok yang diterima oleh pegawai. Padahal sebenarnya UMR dan gaji pokok adalah dua hal yang berbeda. Secara mendasar perbedaan diantara keduanya adalah pembuat atau penentu besarannya.

UMR ditentukan oleh pemerintah, termasuk juga jika ada kenaikan setiap tahun. Perusahaan harus mematuhi aturan tersebut. Sedangkan gaji pokok ditentukan sendiri oleh perusahaan.

Apabila menerapkan penggajian dengan sistem UMR maka perusahaan harus menaikkan gaji karyawan sesuai dengan kenaikan yang dibuat pemerintah setiap tahun. Seperti misalnya gaji UMR Jakarta yang berjumlah Rp 3.648.036 harus mengalami kenaikan di tahun 2019 ini.

Apa Saja Faktor Penyusunan dari Gaji UMR Jakarta? 

Seperti dijelaskan sebelumnya, pemberian UMR seperti gaji UMR Jakarta berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah adalah kewajiban bagi setiap perusahaan.

Hal ini bertujuan agar pegawai atau pekerja mendapatkan hak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan serta tidak kurang dari upah minimum yang seharusnya diberikan.

Upah minimum regional ditetapkan oleh Gubernur sebagai kepala daerah namun tetap dengan rekomendasi dan pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk dari dewan yang bekerja secara khusus untuk menangani masalah pengupahan.

Hal inilah yang juga terjadi dalam penetapan gaji UMR Jakarta,  yang juga harus berdasarkan pada banyak faktor seperti beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kebutuhan Layak Hidup 

Faktor pertama yang menjadi pertimbangan dalam menentukan UMR adalah kebutuhan untuk hidup layak di daerah. Inilah yang membedakan dari segi jumlah antara daerah satu dengan daerah lain.

Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan untuk hidup layak. Kebutuhan untuk hidup layak di satu daerah tentu saja berbeda . Karena itu dalam penyusun UMR, kebutuhan untuk hidup layak bagi karyawan adalah faktor utama yang menjadi pertimbangan penentuan UMR ini.

Sebagai contoh, daerah Jakarta yang memiliki gaji UMR cukup tinggi. Menurut Anda apa yang membuat gaji UMR Jakarta ini tinggi? Salah satunya adalah kebutuhan untuk layak hidupnya juga tinggi.

Untuk itu agar karyawan bisa memenuhi kebutuhan layak hidupnya, pemberian gaji juga disesuaikan dengan pertimbangan memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Produktivitas Pekerja 

Faktor selanjutnya yang menjadi pertimbangan dalam menyusun UMR adalah tingkat produktivitas pekerjanya.

Tingkat produktivitas ini biasanya dihitung dari lamanya jam kerja per minggu atau perbulannya. Dengan menghitung tingkat produktivitas pekerja atau pegawainya, maka sudah pasti UMR setiap pegawai tentu akan berbeda.

Tingkat produktivitas pekerja yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan UMR ini akan berpengaruh pada jumlah yang akan didapatkan.

Misalnya untuk mencapai gaji UMR Jakarta dalam jumlah tersebut, maka seorang pekerja harus setidaknya bekerja dengan jumlah jam kerja tertentu dalam satu minggu atau satu bulan.

Begitu pun sebaliknya, ketika pekerja tidak sedang produktif akan mempengaruhi UMR karena akan dipotong berdasarkan jumlah jam tidak profuktivitasnya.

3. Pertumbuhan Ekonomi 

Pertimbangan selanjutnya yang juga mempengaruhi besarnya upah minimum regional di suatu daerah adalah pertumbuhan ekonominya. Semakin tinggi laju pertumbuhan ekonominya, maka semakin meningkat pula upah minimum regional yang bisa diberikan.

Hal ini berlaku untuk semua daerah di Indonesia. Ketika laju pertumbuhan ekonominya semakin tinggi, maka pemerintah juga akan turut meningkatkan upah minimum untuk pekerja di daerahnya.

Karena itu, jika melihat dari daftar upah minimum regional di seluruh Indonesia, daerah yang biasanya memiliki upah minimum tinggi adalah daerah-daerah tertentu seperti misalnya daerah yang kawasan industri yang terdapat banyak pabrik, daerah kawasan bisnis atau kawasan yang secara khusus digunakan untuk kebutuhan bisnis.

Dalam hal ini, kegiatan industri yang dilakukan di daerah-daerah yang disebutkan tersebut mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi daerahnya. Karena laju pertumbuhan ekonominya tinggi, maka upah minimum yang diberikan juga cukup tinggi.

Gaji UMR Jakarta tinggi bisa jadi juga salah satunya adalah karena tingkat pertumbuhan ekonominya juga tinggi.

Komponen-Komponen dalam Upah Minimu Regional, termasuk Gaji UMR Jakarta 

Selain faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan UMR, yang juga harus Anda ketahui adalah komponen apa saja yang terdapat di dalam upah minimum yang diberikan kepada pegawai atau pekerja tersebut.

Upah minimum regional yang merupakan upah terendah yang diberikan kepada pegawai atau pekerja adalah hak yang harus diberikan atas pekerjaan atau layanan yang diberikan oleh pegawai kepada perusahaan.

Seperti yang disebutkan di atas sebelumnya, upah minimum regional ini berbeda dengan gaji pokok. Selain dari segi pihak yang menentukannya, dimana upah minimum regional ditetapkan secara langsung oleh pemerintah.

Sedangkan gaji pokok ditetapkan oleh perusahaan, bisa dibilang di dalam upah minimum regional ini bisa saja terdapat gaji pokok yang diterima oleh karyawan atau pegawai dari pabriknya. Lalu ditambahkan dengan tunjangan lain sehingga terbentuklah upah minimum regional.

Upah minimum regional ini tersusun dari beberapa komponen, seperti yang dijelaskan di dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah tentang Ketenagakerjaan. 

Komponen penyusun upah minimum regional di setiap daerah ini biasanya hampir sama atau mengandung komponen yang sama.

Sama juga seperti komponen penyusun gaji UMR Jakarta.  Lalu apa sajakah komponen tersebut? Berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang upah tenaga kerja, berikut adalah komponennya.

1. Upah atau Gaji Pokok 

Komponen pertama yang menyusun jumlah upah minimum regional sebuah daerah adalah gaji pokok atau upah pokok.

Gaji pokok atau upah pokok ini adalah upah dasar dengan jumlah tertentu yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atau pegawainya. Jumlah upah atau gaji pokok yang diterima oleh setiap karyawan atau pegawai tentu saja berbeda.

Perbedaan jumlah gaji pokok yang diterima setiap karyawan atau pegawai ini disebabkan oleh perbedaan jenjang atau jabatan karyawan tersebut. Semakin tinggi jenjang jabatannya, maka tentu saja akan semakin tinggi gaji pokok yang akan didapatkan.

Perbedaan jumlah gaji atau upah dasar yang diberikan perusahaan ini juga bisa ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilakukan.

Berdasarkan jenis pekerjaan yang dikerjakan, maka biasanya semakin berat atau semakin sulit Pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, maka semakin besar pula gaji pokok atau upah pokok yang akan diberikan.

2. Tunjangan Tetap 

Komponen selanjutnya yang menyusun jumlah upah minimum regional adalah tunjangan tetap. Tunjangan tetap ini adalah jenis tunjangan yang pembayarannya bersamaan dengan pembayaran gaji pokok.

Disebut tunjangan tetap karena pemberiannya tetap dan teratur selama masa pemberian gaji. Bisa dibilang, tunjangan tetap ini adalah tunjangan yang pasti diberikan kepada pegawai atau karyawan.

Dalam instansi pemerintahan atau dalam rincian gaji pegawai aparatur sipil negara, jenis tunjangan tetap ini misalnya adalah tunjangan anak, tunjangan rumah, tunjangan istri, tunjangan kematian dan tunjangan-tunjangan lain-lainnya.

Begitupun dengan pegawai perusahaan atau pegawai pabrik, juga mendapatkan tunjangan tetap. Biasanya berupa tunjangan kesehatan, tunjangan keselamatan kerja, tunjangan pengembangan skill dan jenis-jenis tunjangan lainnya.

Jika Anda bertanya, apakah transportasi dan makan juga masuk dalam tunjangan tetap, maka jawabannya tergantung bagaimana regulasi atau kebijakan perusahaan yang berlaku.

Umumnya tunjangan transport maupun tunjangan makan diberikan berdasarkan kehadiran atau bisa dibilang diberikan secara tidak tetap. Jika pegawai hadir akan mendapatkannya jika tidak tentu saja tidak akan mendapatkannya.

Namun, kembali lagi pada regulasi atau aturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Apabila tunjangan makan dan tunjangan ini tidak dipengaruhi oleh kehadiran pegawai serta pasti diberikan kepada pekerja atau pegawai dalam jumlah tetap, maka kedua tunjangan tersebut masuk sebagai tunjangan tetap. Jika tidak maka tidak termasuk.

Baca Juga6 Cara Negosiasi Gaji Ini, Dijamin Pasti Sukses

3. Tunjangan Tidak Tetap

Komponen terakhir yang masuk dalam komponen penyusun upah minimum adalah tunjangan tidak tetap. Seperti namanya, tunjangan ini sifatnya tidak tetap dengan sistem pembayaran yang berbeda dengan upah pokok dan tunjangan tetap di atas.

Yang membedakan biasanya adalah waktu pemberian tunjangan ini, yang biasanya tidak bersamaan dengan gaji pokok dan tunjangan tetap.

Secara umum, jenis tunjangan tidak tetap ini terdiri dari tunjangan makan dan tunjangan transportasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tunjangan makan dan tunjangan transport bisa masuk ke dalam jenis tunjangan tetap atau tunjangan tidak tetap tergantung pada peraturan atau kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan.

Jika tidak dihitung berdasarkan kehadiran, yaitu baik hadir atau tidak akan tetap diberikan, maka tunjangan ini masuk ke dalam jenis tunjangan tetap.

Sebaliknya jika dihitung berdasarkan kehadiran, dimana jika hadir diberikan dan jika tidak hadir tidak diberikan, maka jenis tunjangan ini termasuk tunjangan tidak tetap.

Berdasarkan beberapa perusahaan yang memberikan jenis tunjangan ini, ada perusahaan yang memberikan dalam bentuk uang, ada pula yang memberikan dalam bentuk layanan.

Seperti penyediaan mobil antar jemput serta pemberian makan di kantin perusahaan. Hal tersebut juga masuk dalam kategori tunjangan tidak tetap. Dalam rincian gaji UMR Jakarta, jenis-jenis tunjangan ini juga pasti masuk dalam komponen penghitungan upah minimum regional.

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang upah minimum regional, mulai dari dasar hukum, faktor yang membedakan jumlah upah minimum serta komponen apa saja yang masuk dalam hitungan upah minimum regional ini.

Dengan mengetahui secara lengkap tentang upah minimum regional (UMR) ini Anda jadi tahu bagaimana penghitungan gaji yang Anda dapatkan sebagai hak setelah melaksanakan kewajiban sebagai pegawai.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin bekerja di Jakarta sebagai bahan referensi, Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta tahun 2019 ini mengalami kenaikan sebesar 8.03% dibanding tahun lalu.

Dengan begitu, total gaji UMR Jakarta adalah sebesar Rp 3.940.974. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda dalam dunia karir dan pekerjaan.

Follow Us

1,112FansLike
1,432FollowersFollow

Artikel Terbaru

Cara Mempromosikan Diri Saat Interview Yang Bikin Perusahaan Takjub

Melakukan promosi diri atau Personal Branding, merupakan salah satu cara agar identitas diri dapat diketahui oleh publik. Ada banyak cara mempromosikan diri yang bisa...

Bermuka Dua, Jenis Manusia Paling Gak Asik Di Lingkungan Kerja, Kenali Ciri Khasnya

Lingkungan kerja adalah kumpulan dari berbagai jenis manusia yang bermacam-macam karakter dan sifatnya, termaksud si manusia bermuka dua ikut nyemplung dalam ekosistem...

Gaji UMR Jakarta, Jumlah serta Komponen Penyusunnya

Para pekerja ataupun karyawan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah UMR (Upah Minimum Regional). UMR ini adalah gaji atau upah minimum...

Terapkan 10 Kebiasaan Orang Sukses Ini Agar Anda Tau Cara jadi Orang Sukses

Berbicara tentang bagaimana hidup agar menjadi sukses memang tiada habisnya, bahkan bagi sebagian orang sukses itu adalah utopis, sesuatu yang enak di angan, mudah...

Kiat Sukses Lolos Tes Potensial Akademik untuk Kemajuan Karir Anda

Tes potensial akademik seringkali digunakan untuk berbagai keperluan termasuk dalam penerimaan tenaga kerja. Ada banyak instansi pemerintahan maupun swasta yang menggunakan tes potensial akademik...