Sikap Defensif, Bela Diri dalam Dunia Kerja

Pernahkah kamu mengalami dipojokan pada suatu masalah dan kamu membela diri habis-habisan untuk mengatakan tidak bersalah?.  Atau kamu pernah berhadapan dengan rekan kerja yang keras kepala dalam mempertahankan argumennya,  maunya menang sendiri.



Kedua hal diatas sebenarnya adalah dua kejadian yang sama yang di pandang dari beda sisi.  Di dunia kerja hal ini merupakan hal yang lumrah terjadi.  Itulah sikap defensif yang ada dalam diri setiap karyawan.

Sikap defensif dalam dunia kerja adalah bela diri seorang karyawan ketika menghadapi suatu masalah atau di sudutkan dalam sebuah kondisi.

Bela diri karyawan ini ibarat posisi kuda-kuda kuat yang disiapkan ketika menghadapi kondisi tertentu.  biasanya ini bersifat sangat halus dengan alasan dan logika yang masuk akal. 

Sedangkan terkadang bisa menjurus pada bentuk kekerasan dalam wujud gesekan fisik antar karyawan atau sesama pekerja.

Sifat defensif karyawan ini tidak hanya menghinggapi bawahan saja,  tetapi pada semua populasi yang berada di dalam dunia kerja.  entah itu sesama karyawan atau dengan atasannya.

Namun taukah kamu bahwa sikap defensif ini jika tidak digunakan pada tempatnya akan sangat berbahaya bagi karir kamu.

Hal ini terjadi bahwa sikap mempertahankan diri, menang sendiri dan tidak bisa menerima masukan dari orang lain hanya akan membuat kamu tidak mampu berkembang dalam lingkungan kerja kamu.

Selain itu sikap defensif itu merupakan common enemy semua orang yang berada satu kantor dengan kamu.  Karyawan lain cenderung tidak suka terhadap karyawan yang kelihatan egois,  selalu memiliki alasan untuk mempertahankan argumen. 

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi,  kerja sama tim dibutukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk di capai.  Orang yang sangat kuat sikap defensifnya akan tersisih dari kelompok kerja tim ini. mereka di cap karyawan individualistis.

Sikap Defensif dalam Diri Karyawan Itu Manusiawi


Sebenarnya sikap defensif dalam diri karyawan itu manusiawi.  sangat wajar ketika orang disudutkan dalam suatu masalah pasti akan meresponnya dengan berbagai cara.  minimal cara mengelak dan menghindar dari masalah.

Namun sikap defensif ini harus dikelola dengan benar,  secara sehat serta rasional yang masih dalam koridor etika dunia kerja.

Kepribadian dalam diri manusia itu terbagi dua


Sikap defensif itu adalah suatu kepribadian jati diri manusia.  namun kebanyakan orang menafsirkan jati diri itu hanya satu saja. yaitu naluri bertahan dari bahaya saja.

Jati diri itu pada dasarnya terbagi dua,  yang pertama adalah jati diri yang dikendalin dengan secara sadar dalam kehidupan manusia,  biasanya ditampilkan dalam bentuk tenang,  rasional dan terukur.

Sementara yang kedua adalah jati diri yang muncul secara reaktif yang hadir disaat adanya keadaan berbahaya atau berupa ancaman.  bekerja diluar kontrol individu itu sendiri. spontanitas.

Misalnya ketika orang terancam jiwanya dari orang jahat atau binatang buas yang akan menerkam mereka.  makanya biasanya orang yang dikejar anjing galak bisa memanjat pagar yang sangat tinggi atau berbalik menyerang balik anjing tersebut.  sikap defensif ini tidak bisa hadir dalam keadaan normal dan tenang.

Sebagai seorang yang berada di lingkungan kerja seharusnya sikap defensif harus hadir dalam wujud sikap defensif yang pertama. karena dunia kerja sejatinya berada dalam keadaan normal dan tenang.

Intinya bagaimana sebagai seorang yang berada di lingkungan kerja yang dituntut secara perfoma harus mampu berkoordinasi dengan tim dalam mencapai tujuan bersama. 

Hindari keadaan yang bisa memunculkan sikap reaktif dan responsif dengan cara berpikir tenang dan sadar. 

Karena mau tidak mau kamu harus menghabiskan banyak waktu dengan rekan kerjamu.  kamu tidak kerja seharian saja, kecuali kamu memang ingin segera menutup karir dalam perusahaan atau kantor tersebut.

Semoga artikel tentang sikap defensif karyawan ini bermanfaat.  jangan lupa share.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 2